Jika semua kebahagiaan yang berarti berada dalam Memori, maka kelak yang kudapat hanyalah sepah yang tak lagi memili sari. Lalu apa guna jika sederetan konsekuensi yang kuambil hanyalah sebagai sesuatu yang menggoyahkan hati yang tak pernah kunjung henti? Menari diatas penderitaan sendiri, tersenyum meski tak ingin. Terlalu banyak rahasia dibalik Imaji yang kurangcang menjadi sebuah mimpi sebagai teman tidurku dan terlelap nanti. Apakah mati? Sehingga aku ini bisa terus bermimpi tanpa terbangun sedetik pun dari terlelapnya berimajinasi? Harapku.. Kian menggelora dalam mimpi ini, dan mati. Adalah titik temu sebagai solusi yang selama ini kucari.
febrifabiansoemantri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar